Wednesday, May 27, 2020

Mengingat Langit

Saturday, June 20, 2009
Lukisan Langit
Tiap pagi anak itu menengadah ke langit, sekitar jam enam pagi rutinitas kerjany berlanjut dari hari ke hari yg sepertiny tak jauh berbeda yaitu menjadi kuli di pbrik pembuat makanan. Kalau ditanya alasan kenapa dia selalu bersemangat berangkat kerja, walaupun gaji di bwah rata2 dan pekrjaan menjadi buruh dmikian berat. Alasannya adalah lukisan langit. Di tiap pagi jg sore dia kerap terdiam dan tabju akan akan keindahan langit, awan yg beduyun2 mempercntik warna warni langit yg tidak kesemuanya biru, kan ada beberapa warna yg tak urung menyentak penglihatan.
Hanya mereka yg peduli dpt merasakan kedasyatan lukisan langit itu. Salah satunya ialah buruh pabrik ini.
Cantikny konon lebih menabjubkan dripada akhwat yg senantiasa mencuri pandanganny, satu profesi dan tman dlm perjuangan. Akhwat itu kerap melempar senyum manis dan membuatny luluh dlm buaian keindahan cinta. Siapa sangka akhwat itu bulan dpn akan menjadi milik orang lain selamany. Berarti cinta sesaat akan kandas dan inilah kekejaman dari cinta trhdap makhluk dunia, yg tak abadi.
Berbeda dgn cinta kepada indahny lukisan langit, yg selama hayat senantiasa di sisi sang buruh.

Oleh A A bil Haq

xLv at 15:09

No comments: